Makanan Khas Lebaran Bugis Yang Banyak Digemari

Lebaran merupakan hari perayaan kesyukuran umat muslim. Menyambut Idul Fitri atau Idul Adha dilakukan dengan berbagai cara, seperti membuat menu makanan khas lebaran yang menggugah selera.

Salah satu kelompok masyarakat yang rutin menyiapkan makanan khas saat lebaran adalah suku Bugis. Kelompok masyarakat ini tersebar luas dan banyak mendiami wilayah di Sulawesi Selatan.

DAMPAK YANG SANGAT BESAR EKONOMI DIDUNIA KARENA APA?

Makanan khas Bugis yang disajikan saat lebaran sangat jarang ditemui di luar hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Meski bahan makanan yang digunakan di daerah lain sama, namun cara pengolahannya berbeda sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

YANG SELALU MENAWARKAN PARA PEMAIN KESEMPATAN

Beberapa Makanan Khas Lebaran Bugis yang sering dijumpai saat lebaran

1. Bebek Nasu Palekko

Makanan ini banyak ditemukan di Pinrang, Sidrap, dan Pare-pare. Bahan baku utamanya bukan hanya bebek, melainkan bebek muda dan cabai. Bebek muda dipilih karena bebek yang lebih tua memiliki daging yang lebih keras dan lebih keras.

INTRODUCTION FOR POKER AIMS AND THE OVERVIEW

2. Burasa

Makanan ini dikenal juga dengan sebutan lapat, lontong atau buras. Rasanya yang gurih membuatnya sering dijadikan sebagai pasangan untuk sup.

3. Gogoso’

Makanan yang satu ini bisa dikatakan mirip dengan lemper karena bentuk dan bahannya yang mirip. Ada Gogoso’ yang tidak memiliki isi dan ada pula yang memiliki. Isian yang digunakan juga berbeda-beda, seperti daging ikan, daging ayam dan lain sebagainya.

PRODUSEN MESIN YANG SUDAH ADA SEJAK 1950

4. Lemmang

Lemmang adalah beras ketan santan yang dibakar di dalam bambu, sehingga berbentuk bulat memanjang dan disajikan dalam bentuk tabung kecil. Makanan ini selalu disajikan di setiap rumah warga yang biasanya ditemani opor, coto, atau aneka olahan daging.

5. Tape

Tape yang dibuat oleh orang Bugis ini biasanya tape dari beras ketan hitam dan ketan putih. Cita rasa khas tape berbeda-beda di setiap daerah, termasuk tape Bugis ini.

6. Tumbu’

Bahan dasar tumbu’ atau sering disebut juga langkak ialah beras ketan hitam/putih. Beras ketan direndam selama 3 sampai 4 jam kemudian dikukus sampai setengah matang. Tumbu’ dicetak terlebih dahulu dalam wadah berbentuk bulat seperti pipa atau batang bambu yang sudah dibersihkan, kemudian dibungkus dengan daun pisang, diikat tali lalu direbus.

7. Barongko

Barongko memiliki tekstur lembut, berair, dan manis. Bahan dasarnya pisang yang dihaluskan kemudian dicampur dengan telur dan santan. Adonannya dibungkus dengan daun pisang berbentuk tabung segitiga lalu dikukus. Akan lebih nikmat jika disimpan di lemari es sebelum disajikan.

8. Bajabu

Bajabu adalah salah satu makanan khas lebaran Bugis yang lebih dikenal dengan ikan kelapa parut. Makanan ini biasanya dijadikan lauk dan dipasangkan dengan burasa dan gogoso’.

9. Konro

Sajian daging sapi merupakan menu makanan yang tidak boleh dilewatkan di hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Rasa kuahnya dan sensasi daging yang menempel di tulang membuat konro menjadi sajian daging yang wajib dicoba. Sajian kuah berwarna coklat tua ini biasa disantap dengan ketupat.

10. Barobbo

Selain konro yang berkuah, ada juga Barobbo. Bubur khas Bugis ini terbuat dari jagung pulu atau jagung manis yang dicampur dengan ikan. Selain ikan, bisa juga dicampur dengan berbagai macam sayuran, seperti labu kuning, kacang panjang, dan bayam.

Itulah beberapa jenis makanan khas lebaran dari masyarakat Bugis yang tidak hanya bisa Anda temukan di daerah Sulawesi tetapi juga di beberapa daerah lain karena penyebarannya yang sudah meluas. Tertarik untuk mencoba?

Related Post